October 03, 2017

Pawai Obor dan Gebyar Muharram Pondok Pesantren Modern Al Ihsan Baleendah Bandung

Pondok Ponpes Modern (PPM) Alihsan Baleendah menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1439 H. dengan mengadakan semarak kegaiatan yang menarik dan bermanfaat. Seluruh kegiatan tersebut diikuti oleh para santri, tokoh pesantren dan didampingi oleh polsek setempat yang diadakan di sekitar wilayah Baleendah, Bandung.

Acara tersebut diawali dengan tausiyah muharram oleh sesepuh pesantren KH. Maulana Ibrahim, M.Pd. dalam kesempatan kali ini, beliau juga sekaligus memimpin do'a akhir tahun sebelum magrib dan pembacaan do'a awal tahun ba'da magrib. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan pentingnya semangat baru dan bertambahnya kesolehan di tahun yang baru.

"Saya berharap seluruh santri menjadi pribadi yang lebih baik ditahun yang baru ini" tausiyah KH. Maulana Ibrahim, M.Pd. dihadapan seluruh santri (20/07/17) sore hari menjelang magrib.

Acara dilanjutkan dengan pawai obor yang dilaksanakan ba'da isya. Saat pawai dilaksanakan, hadir juga bapak Kapolsek Baleendah mengisi bebepara pembukaan sebelum acara dimulai. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh pesantren dalam mengisi tahun baru hijriyah ini.

Menurut beliau perjuangan santri dan ulama tak bisa dipisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia, sehingga hal ini menjadi pengingat kembali betapa dahsyatnya kekuatan santri dan ulama menumpas penjajah.

"Pawai obor ini mengingatkan kita tentang sebuah obor perjuangan, bahwa sejarah mencatat ulama dan santrilah yang menjadi ujung tombak pergerakan perjuangan melawan penjajah" ujar Kapolsek Baleendah (20/07/17) dihapan seluruh santri.

Beliau berharap bahwa acara tahunan ini selalu dilaksanakan untuk mengingat tentang sejarah perjuangan ulama dan santri melawan penjajah.

"Bapak berharap, pondok terus melaksanakan acara seperti ini, syiar pesantren dan Islam, dan moga kedepannya lebih baik lagi pelaksanaannya". Tambah beliau saat sambutan.

Acara pawai obor Rabu malam (20/07/17) berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa obor yang mati ditengah jalan karena kehabisan tali obor dan solar ditambah dengan rintik-rintik hujan sedikit membasahi perjalanan pawai obor, namun acara tetap meriah dan tidak mengurangi keceriaan para santri dengan iring-iringan shalawat dikomandoi oleh mobil komando santri.

"Walaupun ada beberapa kendala seperti kehabisan tali obor dan sedikit hujan saat pawai tapi tidak mengurangi semangat acara kami" ujar Pegi Abdurrahman seorang santri akhir yang juga mengomandoi acara pelaksanaan
pawai.

Kamis, 21 September 2017 acara dilanjutkan dengan Gebyar Muharram yang diikuti oleh seluruh santri, tujuannya agara seluruh santri terhibur dengan semangat dalam menyongsong tahun yang akan datang.

"Acara ini diselenggarakan agar kalian selalu mengingat hari-hari penting dalam Islam juga agar kalian menyiapkan diri untuk kedepannya menjadi pribadi yang hebat" sambutan Direktur KMI, Ust. H. Dede Rohanda, S. Pd. saat mengisi sambutan sebelum acara dimulai.

Gebyar muharram diisi oleh seluruh santri perwakilan dari tiap-tiap angkatan, penampilanpun beragam dari mulai musik nasyid hingga penampilan band, ditambah dengan beberapa tampilan dance dari santriwan, tidak kalah menarik santri baru pun ikut memeriahkan acara dengan menampilkan seni beat box yang cukup menganggumkan. Kegiatan gebyar muharram-pun berjalan lancar hingga selesainya acara dan seluruh santripun merasa terhibur dengan kegiatan yang diadakan oleh pesantren.

Redaktur Ust. Ildhan Gustyan