July 19, 2018

PEMBERANGKATAN JAMAAH HAJI KBIH MIFTAHUL IHSAN BALEENDAH 2018 M / 1439 H

KBIH MIFTAHUL IHSAN Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung sejak berdiri  tahun 2007 , telah memberangkat ratusan jamaah haji dan umrah. Tahun 1439 H ini KBIH Miftahul Ihsan memberangkatkan 90 jamaah yang berangkat pada tanggal 17 Juli 2018, Dalam sambutanya Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah menyampaikan tiga pesan :

1.     Ikhlas, niatkan bahwa ibadah haji semata-mata hanya untuk menggapai ridha Allah SWT. agar haji yang dilaksanakan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah yang nilai pahalanya tidak ada yang lain selain surga.

2.     Tanamkan jiwa sabar, ibadah haji adalah ibadah yang memerlukan kesabaran yang tinggi, banyak godaan dan ujian, tanpa adanya kesabaran ibadah haji tidak akan membuahkan pahala yang sempurna. Tanpa kesabaran akan menimbulkan pertengkaran di antara para jamaah.

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ


(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al Baqarah : 197).

3.     Nasehat untuk ketua rombongan (pembimbing), jangan paksakan jamaah untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunnah sebelum pelasanaan ibadah wajib, dikhawatirkan saat tibanya waktu melaksanakan rangkaian ibadah haji wajib dilaksanakan malah tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna, dikarenakan  jamaah banyak yang sakit, sehingga tidak bisa melaksanakan ibadah wajib yang berkenaan dengan rangkaian ibadah haji.

Ketua rombongan (pembimbing) setelah mengucapkan syukur kepada Allah SWT. mengatakan bahwa:

“ ibadah haji merupakan atau umrah adalah proses perjalanan ibadah yang istimewa, selain calon jama’ah haji harus mempersiapkan tuntunan ibadah haji atau umrahnya juga harus mempersiapkan fisik serta mental menjelang keberangkatan juga saat mendekatkan diri kepada Allah SWT. di rumah-Nya “baitullah” bahkan juga ketika jama’ah kembali ke tanah air sebagai haji dan hajah. Untuk itu, calon jama’ah haji atau umrah harus dapat memanfaatkan waktu yang tinggal beberapa hari ini dengan baik-sebaiknya, supaya dapat memperbaiki tatacara atau pelaksanaan ibadah wajib dan menambahkan ibadah sunat setiap hari”.

Beliau juga mengatakan bahwa, selain untuk mendapat predikat haji yang mabrur dan mabrurah jama’ah haji harus mengikuti bimbingan-bimbingan atau manasik yang diadakan oleh kelompok bimbingan ibadah haji dan juga harus ditunjang dengan fisik dan mental yang baik, mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang tidak hanya mengeluarkan materi saja tetapi dituntut adanya fisik dan mental yang prima. Mudah-mudahan mansikul haj wal umrah yang telah dilaksanakan dapat menjadi penuntun persiapan bagi calon jama’ah haji atau umrah Mifathul Ihsan dan semoga niat atau upaya calon jama’ah haji dan umrah Miftahul Ihsan dan semoga niat serta upaya calon jama’ah yang penuh keikhlasan dan kesabaran mendapat ridho dari Allah SWT. serta menghantarkannya meraih haji yang mabrur dan mabrurah, aamiin.